Tetrapturus angustirostris


Ikan todak paruh pendek SSP
Ciri tubuh:
Warna:

Tubuh atas berwarna biru gelap dengan bercak cokelat, tubuh bawah berwarna putih keperakan. Sirip punggung pertama berwarna biru tua, sirip lainnya berwarna cokelat hingga cokelat tua, terdapat semburat putih pada pangkal sirip dubur dengan. Warna memudar setelah mati.

Ukuran:

Total panjang hingga 250 cm (210 cm) dan beratnya hingga 52 kg.

Distribusi:

Menyebar di perairan tropis dan perairan beriklim sedang.

Habitat:

Zona epipelagik, mesopelagik, dan oseanik, dari permukaan hingga setidaknya kedalaman 1.830 m.

Biologi:

Kebanyakan memangsa ikan, tetapi juga sefalopoda dan krustasea. Spesies ini tersebar luas tetapi jarang terlihat. Pemijahan dipercaya paling sering terjadi selama bulan-bulan musim dingin, terutama pada arus lepas pantai dengan suhu sekitar 25°C. Betina biasanya lebih besar daripada jantan. Tidak ada informasi tentang kedewasaan atau lama hidup.

Perikanan Indonesia:

Ditangkap terutama dengan pancingan teknik toda di permukaan.

Spesies serupa:

Istiompax indica
Marlin hitam

Istiompax indica dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang jauh lebih panjang dari rahang bawah (vs sedikit lebih panjang); anus yang terletak sedikit lebih maju dari sirip dubur pertama dengan jarak kurang dari panjang pangkal sirip dubur pertama (vs anus yang jauh di depan sirip dubur pertama dengan jarak lebih besar dari panjang pangkal sirip dubur pertama); tengkuk curam (vs rendah hingga rata), dan bagian depan sirip punggung pertama lebih tinggi dari margin posterior opercle maksimum (vs lebih rendah dari margin posterior opercle maksimum).

Istiophorus platypterus
Ikan layaran

Istiophorus platypterus dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang jauh lebih panjang dari rahang bawah (vs sedikit lebih panjang); sirip punggung pertama seperti layar, bagian tertinggi di sirip tengah (vs tinggi bagian depan sirip punggung pertama kira-kira sama dengan margin posterior opercle, bagian belakang lebih rendah dari margin posterior opercle), dan sirip perut sangat panjang, hampir mencapai anus (vs panjangnya sedang, tetapi tidak sampai ke anus).

Kajikia audax
Marlin lorek

Kajikia audax dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang jauh lebih panjang dari rahang bawah (vs sedikit lebih panjang); anus yang terletak sedikit lebih maju dari sirip dubur pertama dengan jarak kurang dari panjang pangkal sirip dubur pertama (vs anus terletak jauh di depan sirip dubur pertama dengan jarak lebih besar dari panjang pangkal sirip dubur pertama), dan tengkuk curam (vs rendah dan datar).

Xiphias gladius
Ikan todak paruh lebar

Xiphias gladius dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang pipih lonjong jika disayat melintang (vs bulat); tidak ada sirip perut (vs ada); 1 median lunas pada tangkai ekor (vs. 2 lunas), dan takik yang dalam pada tubuh atas dan bawah pada tangkai ekor (vs takik dangkal).

Makaira nigricans
Marlin biru

Makaira nigricans dikatakan berbeda karena memiliki paruh yang jauh lebih panjang dari rahang bawah (vs sedikit lebih panjang); anus yang terletak sedikit lebih maju dari sirip dubur pertama dengan jarak kurang dari panjang pangkal sirip dubur pertama (vs anus yang jauh di depan sirip dubur pertama dengan jarak lebih besar dari panjang pangkal sirip dubur pertama); tengkuk curam (vs rendah hampir rata), dan bagian depan sirip punggung lebih tinggi dari margin posterior opercle maksimum (vs lebih rendah sekitar 2/3 tingginya).

Tautan external: