Lutjanidae


Kakap
Ciri tubuh:
Kunci:

Semua kunci diadaptasi dari Anderson & Allen, 2001.1

Aphareus
    1. Lengkungan insang pertama dengan 6–12 penyapu insang pada bagian atas dan 15–18 pada bagian bawah (total 22–28 termasuk rudimen, jika ada); tubuh biru baja hingga cokelat keunguan Aphareus furca
    2. Lengkungan insang pertama dengan 16–19 penyapu insang pada bagian atas dan 32–35 pada bagian bawah (total 49–52 termasuk rudimen, jika ada); tubuh biru abu-abu hingga kemerahan Aphareus rutilans
Etelis
    1. Total penyapu insang pada lengkungan insang pertama 17–22, termasuk rudimen; lobus atas sirip ekor pendek (26–30% SL dalam spesimen >SL 120 mm) Etelis carbunculus
    2. Total penyapu insang pada lengkung insang pertama 32–36, termasuk rudimen; lobus atas sirip ekor sedikit lebih panjang (30-34% SL dalam spesimen >SL 130 mm) Etelis radiosus
    3. Total penyapu insang pada lengkung insang pertama 23–28, termasuk rudimen; lobus atas sirip ekor sangat panjang (33–75% SL) Etelis coruscans
Macolor
    1. Lengkungan insang pertama (termasuk rudimen) memiliki 37–42 penyapu insang pada bagian atas dan 71–81 pada bagian bawah (total 110–122); sirip dubur memiliki 3 duri dan biasanya 10 (kadang-kadang 11) duri lunak; sirip perut sangat panjang dan runcing pada usia muda, tetapi pendek dan bulat pada usia dewasa Macolor macularis
    2. Lengkungan insang pertama (termasuk rudimen) memiliki 26–38 penyapu insang pada bagian atas dan 60–71 pada bagian bawah (total 89–107); sirip dubur memiliki 3 duri dan biasanya 11 (kadang–kadang 10) duri lunak; sirip perut pendek dan bulat di semua ukuran Macolor niger
Paracaesio
    1. Sisik gurat sisi (berpembuluh) 68–73; sirip ekor bercabang dalam 2
    2. Sisik gurat sisi (berpembuluh) 47–50; sirip ekor berlekuk hingga bercabang sedang 4
    1. Gigi sangat kecil, tanpa gigi taring besar Paracaesio brevidentata
    2. Gigi lebih besar, dengan gigi taring besar 3
    1. Tubuh warna abu-abu gelap, cokelat keunguan gelap atau kebiruan; praoperkulum memiliki 1 hingga 3 baris sisik di sekelilingnya dan biasanya terpisah secara jelas dari kumpulan utama sisik pipi Paracaesio sordida
    2. Sirip ekor, bagian atas tangkai ekor, dan sisi atas tubuh hingga ujung depan sirip punggung berwarna kuning; sisa tubuh sebagian besar berwarna biru; praoperkulum hampir selalu tanpa sisik di sekelilingnya ke kumpulan utama sisik pipi Paracaesio xanthura
    1. Sisi atas dengan 4 garis kecokelatan; rahang atas bersisik Paracaesio kusakarii
    2. Sisi atas seluruhnya biru, tanpa garis vertikal; rahang atas tanpa sisik Paracaesio caerulea
Pinjalo
    1. Sirip punggung dengan 11 duri dan 14 atau 15 duri lunak; sirip dubur dengan 3 duri dan 9 atau (biasanya) 10 duri lunak; panjang sirip dubur terpanjang 2,1–2,65 kali panjang kepala; panjang sirip dada 3,05–3,9 kali dalam panjang standar; panjang sirip perut 1,4–1,65 kali panjang kepala; sirip ekor berlekuk dalam, ekor cekung 2,1–3,6 kali panjang kepala; garis-garis gelap diagonal mengikuti garis sisik pada tengkuk dan setengah bagian atas hingga dua pertiga tubuh Pinjalo pinjalo
    2. Sirip punggung dengan 12 duri dan 13 duri lunak; sirip dubur dengan 3 duri dan 8 atau 9 duri lunak; panjang sirip dubur terpanjang 2,7–3,2 kali panjang kepala; panjang sirip dada 2,5–3,05 kali dalam panjang standar; panjang sirip perut 1,65–1,8 kali panjang kepala; sirip ekor agak berlekuk, ekor cekung 3,55–5,45 kali panjang kepala; tidak ada garis gelap diagonal pada tengkuk dan tubuh Pinjalo lewisi
Pristipomoides
    1. Sisik gurat sisi (berpembuluh) 48–50; sirip ekor bercabang dalam 2
    2. Sisik gurat sisi (berpembuluh) 57–74; sirip ekor berlekuk hingga bercabang sedang 3
    1. Dua garis emas bertepi warna biru pada moncong dan pipi; vermulasi melintang di atas kepala; suborbital lebar, lebarnya 7 kali panjang kepala pada panjang standar 15 cm, 5,5 kali pada 25 cm, 4 kali pada 40 cm Pristipomoides multidens
    2. Tidak ada garis emas pada moncong dan pipi; vermulasi memanjang di atas kepala; suborbital sempit, lebarnya 8,4 kali panjang kepala pada panjang standar 15 cm, 7,3 kali pada 25 cm, 5,8 kali pada 40 cm Pristipomoides typus
    1. Total penyapu insang (termasuk rudimen) pada lengkung insang pertama 27–33; sisik gurat sisi (berpembuluh) 67–74 4
    2. Total penyapu insang (termasuk rudimen) pada lengkung insang pertama 17–27; sisik gurat sisi (berpembuluh) 57–67 5
    1. Tonjolan gigi vomerin yang memanjang di tengah (tonjolan gigi vomerin kadang-kadang berbentuk wajik); tonjolan gigi pada lidah Pristipomoides sieboldii
    2. Tonjolan gigi vomerin berbentuk segitiga, tidak memanjang ke belakang di tengah; tidak ada gigi di lidah Pristipomoides auricilla
    1. Bagian samping memiliki garis merah dan kuning miring bergantian; sisik gurat sisi (berpembuluh) 63–67 Pristipomoides zonatus
    2. Bagian samping tanpa garis merah dan kuning; sisik gurat sisi (berpembuluh) 57–63 6
    1. Bagian samping memiliki banyak corak gelap yang tidak teratur, termasuk garis zig-zag mengarah ke depan yang tampak pada posisi sejajar dengan gurat sisi dan kemudian ke bagian dorsolateral tangkai ekor mengarah ke belakang; total penyapu insang (termasuk rudimen) pada lengkung insang pertama 17–21; ketinggian tubuh 2,8–3,1 kali pada SL Pristipomoides argyrogrammicus
    2. Bagian samping tanpa corak gelap yang tidak teratur; total penyapu insang (termasuk rudimen) pada lengkung insang pertama 22–27; ketinggian tubuh 3–3,8 kali pada SL 7
    1. Panjang rahang atas 2,4–2,7 kali panjang kepala; gigi berbentuk taring di ujung rahang depan tidak cukup besar Pristipomoides filamentosus
    2. Panjang rahang atas 2,1–2,4 kali panjang kepala; gigi taring di ujung depan kedua rahang biasanya besar Pristipomoides flavipinnis
Keluarga serupa:


Caesionidae dikatakan berbeda karena memiliki mulut kecil (vs. cukup besar); area sebelum rahang atas sangat menonjol (vs. area sebelum rahang atas cukup menonjol atau rapi); gigi dalam rahang kecil atau halus (vs. biasanya tampak jelas); gigi area sebelum rahang, vomer, dan palatine biasanya tidak ada (vs. gigi area sebelum rahang, vomer, dan palatine biasanya cukup besar); sirip ekor bercabang dalam, dengan lobus lancip (vs. sirip ekor sering terpotong, berlekuk, atau bulan sabit).


Lethrinidae feature

Lethrinidae dikatakan berbeda karena memiliki margin praoperkulum yang biasanya halus (vs. biasanya bergerigi); duri branchiostegal 6 (vs. 7); duri lunak sirip punggung 9 atau 10 (vs. biasanya 11 atau lebih); tidak ada gigi pada vomer (vs. gigi biasanya ada); sisik pipi tidak ada (vs ada), dan bibir sering berdaging (vs biasanya tidak berdaging).


Nemipteridae feature

Nemipteridae dikatakan berbeda karena memiliki margin praoperkulum yang biasanya halus (vs. biasanya bergerigi); duri lunak sirip punggung 9 (vs. biasanya 10 atau lebih); duri sirip dubur biasanya 7, jarang 8 (vs. biasanya 8 atau lebih); duri branchiostegal 6 (vs. 7), dan tidak ada gigi pada vomer atau tulang langit-langit (vs. terdapat gigi).


Sparidae dikatakan berbeda karena memiliki margin praoperkulum yang biasanya halus (vs. biasanya bergerigi); duri branchiostegal 6 (vs. 7), dan gigi dalam rahang bervariasi-kerucut, bentuk seri, atau bentuk geraham (vs. tidak ada gigi bentuk seri, kecuali pada Symphorichthys spilurus yang memiliki gigi bentuk subgeraham).

Spesies:
Aprion virescens Guntur, Ikan agam
Etelis carbunculus Bagong, Kakap Pasifik
Etelis coruscans Anggoli, Kakap merah
Lutjanus argentimaculatus Kakap merah, Jarang gigi, Ganggrang eca
Lutjanus biguttatus Kakap Merah, Tanda-tanda pasir
Lutjanus decussatus Kakap kotak-kotak
Lutjanus fulviflamma Kakap titik hitam
Lutjanus fulvus Kakap ekor hitam
Lutjanus gibbus Kakap ekor pelana
Lutjanus lemniscatus Jarang gigi, Cablikan
Lutjanus lunulatus Tompel, Teribang, Tutong iku
Lutjanus lutjanus Kembang waru, Badur, Gorara gigi anjing
Lutjanus malabaricus Kakap merah, Kakap asli
Lutjanus quinquelineatus Jarang koto, Badur
Lutjanus rivulatus Kampo, Kampuh, Gaga
Lutjanus russellii Jangki tompel, Tembelon, Tompel, Gorara
Lutjanus sebae Sawu, Snapper Bungkuk, Bambangan
Macolor macularis Kakap malam, Teletabis
Macolor niger Kakap hitam, Teletabis, Kakap balong
Paracaesio kusakarii Pisang-pisang, Ekor kuning
Pinjalo lewisi Kakap merah, Snapper sunu, Nunuk
Pinjalo pinjalo Bambangan, Snapper sunu, Nunuk, Penyalo
Pristipomoides multidens Kurisi Bali, Angoli